Sudut Pandang Human Rights Watch Mengenai Isu Kejahatan Kemanusiaan Dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Sudan Selatan

Authors

  • Ferry Heryanto Fakultas Hukum, Program Studi Hukum, Universitas Bina Bangsa,
  • M. Nassir Agustiawan Fakultas Hukum, Program Studi Hukum, Universitas Bina Bangsa, Serang
  • Roynaldy Bagus Maulana Fakultas Hukum, Program Studi Hukum, Universitas Bina Bangsa, Serang
  • Eli Apud Saepudin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Administrasi Publik, Universitas Bina Bangsa, Serang

DOI:

https://doi.org/10.56854/jhdn.v2i2.306

Keywords:

Human Rights Watch, Crimes Against Humanity, Sexual Violence

Abstract

Penelitian yang berjudul “Sudut Pandang Human Rights Watch Mengenai Isu Kejahatan Kemanusiaan dan Kekerasan Seksual di Sudan Selatan” ini dilatar belakangi dengan permasalahan kejahatan kemanusiaan dan kekerasan seksual yang terjadi di Sudan Selatan, sebuah negara yang terletak di Afrika Timur. Kasus ini bermula dari perang antar saudara yang mengakibatkan adanya kejahatan kemanusiaan tingkat internasional. Kekerasan seksual, krisis pangan, penyiksaan, pembantaian bahkan sampai pembunuhan merupakan hal yang sering dihadapi oleh penduduk Sudan Selatan tanpa memandang umur.  Banyak sekali anak dibawah umur dan wanita tak bersalah menjadi korban penyiksaan. Warga sipil pun terbatas dalam menyuarakan aspirasi dan berekspresi. Banyak sekali hal buruk yang menimpa warga Sudan Selatan. Dalam hal ini kami, para penulis membahas isu ini dalam sudut pandang Human Rights Watch. Human Rights Watch merupakan organisasi internasional yang bertindak sebagai bagian dari gerakan semangat besar para korban untuk tetap berjuang demi melindungi martabat dan mempromosikan hak asasi manusia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan peran Human Rights Watch dalam merespon isu kejahatan kemanusiaan dan kekerasan seksual di Sudan Selatan. Metode penulisan dalam karya tulis ini memakai data sekunder dan data kualitatif yang bersifat deskriptif yang menjelaskan pokok permasalahan terhadap data-data sekunder yang ada. Oleh karena itu, dengan adanya Human Rights Watch dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat yang berada di Sudan Selatan.

 

References

Seri Seminar Nasional Ke-III Universitas Tarumanagara Tahun 2021 Nilai Budaya Indigenous Sebagai Pendukung Sustainable Development di Era Industri 4.0. Jakarta.

The Global Peace Index (GPI), adalah indeks yang dibuat oleh Institute for Economics and Peace menggunakan indikator untuk mengkategorikan 162 negara di dunia berdasarkan kondisi keamanan negara.

Hak, Pelanggaran, and Asasi Manusia. 2014. “Anis Widyawati , Hukum Pidana Internasional , Jakarta: Sinar Grafika, 2014, Hlm.49-50. 205.” : 205–24.

Handayani, Putri et al. 2023. “THE EXTERNAL FUNCTION OF AUTOMOTIVE COMPANY PUBLIC RELATIONS IN ( Analysis of Customer Relations Division of PT . Indomobil Trada Nasional / NISSAN in Serving Customers ).” 15(2): 268–84.

Saepudin, Eli Apud, Rizki Amilia, and Ita Rosita Wahyiah. 2023. “Journal of Law Science.” 5(4): 182–88.

Saepudin, Eli Apud, Putri Handayani, and Rizki Amilia. 2023. “Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Akulturasi Antara Peraturan Adat Dan Digitalisasi ( Studi Pada Desa Kanekes Kecamatan Luwidamar Kabupaten Lebak ).” 1: 79–88.

Saepudin, Eli Apud, April Laksana, and Ita Rosita Wahyiah. 2024. “Pelayanan Publik Di Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon Berdasarkan Tata Kelola Taat Asas.” 7(1): 16–24.

Saepudin, Eli Apud, Meiby Zulfikar, Arfian Suryasuciramdan, and Fithrotul Kamilah. 2024. “Community and Gen Z Participation in the Party Democracy Election 2024 towards Indonesia G2G Good Government to Good Governance.” 11(3): 161–67.

Surahman, Surahman, Supriyadi Supriyadi, Andi Intan Purnamasari, and Hamdan Rampadio. 2024. “Redesain Penanganan Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu 2024 : Upaya Mewujudkan Keadilan.” 6(3): 1–2.

Downloads

Published

2024-01-28

Issue

Section

Artikel